Untuk Indonesia Cerdas Dan Bermartabat...
DR. Ida Ayu Sri Adnyani, ST. MErg.
Monday, March 22, 2010
Konsep Dasar IMK
Konsep dasar Interaksi Manusia dan Komputer
Ketika komputer pertama kali diperkenalkan secara komersial pada tahun 50-an, mesin ini sangat sulit dipakai dan sangat tidak praktis. Hal demikian karena waktu itu komputer merupakan mesin yang sangat mahal dan besar, hanya dipakai dikalangan tertentu, misalnya para ilmuwan atau ahli-ahli teknik.
Setelah komputer pribadi (PC) diperkenalkan pada tahun 70-an, maka berkembanglah penggunaan teknologi ini secara cepat dan mengagumkan ke berbagai penjuru kehidupan (pendidikan, perdagangan, pertahanan, perusahaan, dan sebagainya).
Sistem rancangan dituntut harus bisa memenuhi kebutuhan pemakai, sistem harus mempunyai kecocokkan dengan kebutuhan pemakai atau suatu sistem yang dirancang harus berorientasi kepada pemakai. Pada awal tahun 70-an ini, juga mulai muncul isu teknik antarmuka pemakai(user interface) yang diketahui sebagai Man-Machine Interaction (MMI) atau Interaksi Manusia-Mesin.
Pada Man-Machine Interaction sudah diterapkan sistem yang "user friendly".
User friendly pada MMI hanya dikaitkan dengan aspek-aspek yang berhubungan dengan estetika atau keindahan tampilan pada layar saja.
Sistem tersebut hanya menitik beratkan pada aspek rancangan antarmukanya saja, sedangkan faktor-faktor atau aspek-aspek yang berhubungan dengan pemakai baik secara organisasi atau individu belum diperhatikan
Para peneliti akademis mengatakan suatu rancangan sistem yang berorientasi kepada pemakai, yang memperhatikan kapabilitas dan kelemahan pemakai ataupun sistem (komputer) akan memberi kontribusi kepada interaksi manusia komputer yang lebih baik.
Maka pada pertengahan tahun 80-an diperkenalkanlah istilah Human-Computer
Interaction (HCI) atau Interaksi Manusia-Komputer.
Pada HCI ini cakupan atau fokus perhatiannya lebih luas, tidak hanya berfokus pada rancangan antarmuka saja, tetapi juga memperhatikan semua aspek yang berhubungan dengan interaksi antara manusia dan komputer.
HCI ini kemudian berkembang sebagai disiplin ilmu tersendiri (yang merupakan bidang ilmu interdisipliner) yang membahas hubungan timbal balik antara manusia-komputer beserta efek-efek yang terjadi diantaranya.
Dengan demikian terlihat jelas bahwa fokus perhatian HCI tidak hanya pada keindahan tampilannya saja atau hanya tertuju pada tampilan antarmukanya saja, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek pamakai, implementasi sistem rancangannya dan fenomena lingkungannya, dan lainnya.
Misalnya, rancangan sistem itu harus memperhatikan : kenyamanan pemakai, kemudahan dalam pemakaian, mudah untuk dipelajari dlsb.
Tujuan dari HCI adalah untuk menghasilkan sistem yang bermanfaat (usable) dan aman (safe), artinya sistem tersebut dapat berfungsi dengan baik. Sistem tersebut bisa untuk mengembangkan dan meningkatkan keamanan (safety), utilitas (utility), ketergunaan (usability), efektifitas (efectiveness) dan efisiensinya (eficiency). Sistem yang dimaksud konteksnya tidak hanya pada perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga mencakup lingkungan secara keseluruhan, baik itu lingkungan organisasi masyarakat kerja atau lingkungan keluarga.
Komponen-komponen yang terlibat dalam IMK
Ilmu Psikologi dan Cognitive
– Pengetahuan mengenai persepsi pengguna, cognitive dan ketrampila penyelesaian masalah
Ergonomi
– Kemampuan Fisik Pengguna
Sosiologi
– Konteks dan Interaksi
Ilmu dan Teknik Komputer
–Mampu untuk membangun teknologi yang diperlukan
Bisnis
–Mampu untuk memasarkan
Desain Grafis
– Tampilan antarmuka yang kreatif
Penulisan Ilmiah
–Menghasilkan buku manual
PRINSIP UTAMA MENDESAIN ANTARMUKA (INTERFACE)
1. User compatibility
*Antarmuka merupakan topeng dari sebuah sistem atau sebuah pintu gerbang masuk ke sistem dengan diwujudkan ke dalam sebuah aplikasi software.
*Oleh karena itu sebuah software seolah-olah mengenal usernya, mengenal karakteristik usernya, dari sifat sampai kebiasaan manusia secara umum.
*Desainer harus mencari dan mengumpulkan berbagai karakteristik serta sifat dari user karena antarmuka harus disesuaikan dengan user yang jumlahnya bisa jadi lebih dari 1 dan mempunyai karakter yang berbeda.
*Hal tersebut harus terpikirkan oleh desainer dan tidak dianjurkan merancang antarmuka dengan didasarkan pada dirinya sendiri
*Survey adalah hal yang paling tepat
2. Product compatibility
Sebuah aplikasi yang bertopengkan antarmuka harus sesuai dengan sistem aslinya.
Seringkali sebuah aplikasi menghasilkan hasil yang berbeda dengan sistem manual atau sistem yang ada.
more klik ppt 2010
new perancangan tampilan ppt 2010
Monday, March 15, 2010
Biaya
Pengertian Biaya
Terminologi biaya:
1. Biaya (cost), adalah semua pengorbanan yang dibutuhkan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang diukur dengan nilai uang.
2. Pengeluaran (expence), adalah sejumlah uang yang dikeluarkan atau dibayarkan dalam rangka mendapatkan sesuatu hasil yang diharapkan.
Klasifikasi Biaya
1. Biaya berdasarkan waktunya
2. Biaya berdasarkan kelompok sifat penggunaannya
3. Biaya berdasarkan produknya
4. Biaya berdasarkan volume produk
1. Biaya berdasarkan waktu
Biaya berdasarkan waktu dibedakan atas :
a. Biaya masa lalu (hystorical cost), yaitu biaya yang secara riil telah dikeluarkan yang dibuktikan dg catatan historis pengeluaran kegiatan.
Tujuannya :
Sebagai dasar dalam penyusunan atau estimasi biaya masa datang
Sebagai dasar dalam pertanggungjawaban pimpinan atas biaya-biaya yang telah dikeluarkan.
b. Biaya perkiraan (predictive cost), yaitu perkiraan biaya yang akan dikeluarkan bila kegiatan itu dilaksanakan
Tujuannyan :
Memperkirakan pemakaian biaya dalam merealisasikan suatu rencana kegiatan masa datang dalam rangka menjawab pertanyaan berikut:
berapakah biaya yg diperlukan untuk menjalankan rencana tersebut?
Cukupkah dana yg tersedia?
Apakah biaya itu sudah ideal atau terlalu mahal?
Memastikan apakah biaya yang akan dikeluarkan itu masih mungkin diperbaiki atau diturunkan tanpa mengurangi hasil secara kualitas maupun kuantitas
c. Biaya actual (actual cost), yaitu biaya yang sebenarnya dikeluarkan .
Biaya real, yaitu biaya biaya yg dikeluarkan secara real.
Biaya semu (sunk cost), yaitu biaya yang ditanggung tetapi tidak pernah dikeluarkan secara riil.
Biaya kesempatan (opportunity cost), yaitu biaya yang ditanggung akibat kelalaian dalam memanfaatkan peluang /kesempatan meraih keuntungan
2. Biaya berdasarkan kelompok sifat penggunaannya
Berdasarkan klasifikasi penggunaannya ada 3 jenis:
a. Biaya investasi (investment cost)
yaitu biaya yang ditanamkan dalam rangka menyiapkan kebutuhan usaha untuk siap beroperasi dengan baik.
Contoh:
Pembuatan/penyediaan bangunan kantor
Pendidikan dan pelatihan SDM
b. Biaya operasional (operational cost)
yaitu biaya yang dikeluarkan dalam rangka menjalankan aktivitas usaha tersebut sesuai dengan tujuan.
Contoh:
Pembelian bahan baku produk
Pembayaran gaji karyawan
Pembelian bahan pendukung lainnya
c. Biaya perawatan (maintenance cost)
yaitu biaya yang diperuntukan dalam rangka menjaga/ menjamin performance kerja fasilitas atau peralatan agar selalu prima dan siap untuk dioperasikan.
Sifat pengeluaran ini dibedakan menjadi 2:
1. Biaya perawatan rutin/periodik
2. Biaya perawatan insidentil
3. Biaya berdasarkan produknya
1. Biaya pabrikasi (factory cost)
adalah jumlah dari tiga unsur biaya, yaitu bahan langsung, tenaga kerja langsung, over head pabrik.
Biaya pabrikasi akan terdiri dr komponen-komponen biaya berikut:
Biaya bahan langsung
Biaya tenaga kerja langsung
Biaya bahan tak langsung
Biaya tenaga kerja tak langsung
Biaya tak langsung lainnya
more klik here
Pendahuluan
Definisi Ekonomi Teknik
• Adalah suatu ilmu pengetahuan yang berorientasi pada pengungkapan dan perhitungan nilai-nilai ekonomis yang terkandung dalam suatu rencana kegiatan teknik (engineering)
• Ekonomi teknik terlibat dengan formulasi, estimasi dan evaluasi keluaran ekonomi ketika tersedia alternatif-alternatif untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan
• Ekonomi teknik terlibat dengan aplikasi hubungan matematis tertentu yang membantu membandingkan alternatif-alternatif ekonomi
Tujuan Kompetensi
• memahami konsep dasar ekonomi teknik dan dapat memanfaatkannya dalam rangka memperbaiki efesiensi dan efektivitas kegiatan teknik (Giatman, 2006)
Mengapa ekonomi teknik penting bagi ahli teknik
• Keputusan yang dibuat ahli teknik biasanya merupakan hasil dari pemilihan satu diantara beberapa alternatif
• Keputusan menunjukkan pilihan bagaimana sejumlah uang diinvestasikan dengan cara yang terbaik
• Sejumlah uang tersebut juga sebagai MODAL yg jumlahnya biasanya terbatas
• Keputusan bagaimana menginvestasikan modal akan secara bervariasi memberikan perubahan di masa mendatang, dg harapan akan lebih baik
Peran ekonomi teknik dalam pengambilan keputusan
• Ingat: manusia yang membuat keputusan – bukan “alat” yang digunakan
• Ekonomi teknik adalah seperangkat alat yang membantu pengambilan keputusan – tetapi tidak dapat membuat keputusan untuk manusia.
• Ekonomi teknik terutama didasarkan pada perkiraan kejadian di masa mendatang- harus berhubungan dengan resiko dan ketidak-pastian
• Analisis ekonomi teknik: perkiraan yg terbaik dr apa yg diharapkan akan terjadi
Keputusan diambil berdsarkan prosedur dan proses yg sistematis serta terukur dg tahapan proses sbb:
1. Mengidentifikasi atau memahami persoalan dg baik.
2. Merumuskan tujuan penyelesaian masalah
3. Mengumpulkan data-data yg relevan
4. Klarifikasi, klasifikasi dan validitas kebenaran data yg terkumpul
5. Identifikasi atau pelajari alternatif pemecahan masalah yg mungkin
6. Menetapkan kriteria pengukuran alternatif
7. Menyusun atau menyiapkan model keputusan
8. Melakukan evaluasi dan analisis terhadap semua alternatif yg disediakan
9. Mengambil keputusan sesuai dg tujuan
10. Menerapkan atau mengimplementasikan keputusan yg telah diambil
Efisiensi, Efektivitas dan Optimalisasi
Pengertian masing-masing konsep diatas:
• Efektivitas adalah ukuran tingkat keberhasilan dalam mencapai suau tujuan
• Efisiensi adalah ukuran tingkat penghematan pemakaian sumber daya (input)dalam suatu proses, di mana semakin hemat memakai sumber daya, maka akan semakin efisien proses itu dilakukan
• Produktivitas adalah suatu ukuran yang menjelaskan seberapa besar rasio antara tingkat pencapaian tujuan dg pemakaian sumber daya
more klik here
Sunday, January 3, 2010
Perkembangan Teknologi
TEKNOLOGI PRASEJARAH, TEKNOLOGI TRADISIONAL, DAN TEKNOLOGI MODERN
A. Teknologi pada Masyarakat Prasejarah
Pada kelompok masyarakat tradisional berburu dan meramu sudah mengenal pembagian kerja menurut jenis kelamin dan kelompok umur.
Teknologi yang berkembang pada masa itu adalah teknologi berburu dan meramu
B. Teknologi pada Masyarakat Tradisional
Perkembangan teknologi dalam masyarakat tradisional tidak terlalu pesat,
Inovasi terpenting teknologi tradisional adalah dari sudut bahan dasar dan fungsi. Bahan dasar teknologi tradisional adalah dari logam, sementara dari fungsinya teknologi tradisional tidak hanya sebatas sebagai kepanjangan tangan saja, tetapi sudah menjadi kepanjangan seluruh tubuh.
C. Teknologi pada Masyarakat Modern
Pada masyarakat modern teknologi telah mendapatkan wujud dan maknanya
Sekurang-kurangnya terdapat 6 ciri utama teknologi modern.
Pertama, teknologi modern adalah teknologi yang telah melepaskan dirinya dari pasokan energi alam (seperti air dan angin). Teknologi modern adalah teknologi yang mampu menghasilkan sumber tenaganya sendiri
Kedua, dari aspek motif, teknologi modern lahir dan terdorong oleh hasrat untuk menguasai alam.
Penemuan-penemuan teknologi modern selalu dimaknai kemenangan manusia atas alam. Ketika alat transportasi modern berhasil ditemukan dan dikembangkan (seperti kereta api, kapal taut, mobil dan pesawat terbang) sebagai salah satu contoh manusia modern merasa seolah-olah telah berhasil memperpendek jarak.
Ketiga, teknologi modern juga dicirikan oleh orientasinya yang serba komersial.
Orientasi komersial teknologi modern ini dapat dijumpai pada bidang
(1) teknologi menjadi sangat bernilai tinggi setelah ia dapat mempercepat dan memperbanyak hasil proses produksi, karena itu
(2) teknologi menjadi komoditi yang laku diperjualbelikan. Dengan kata lain, percepatan penemuan dan pengembangan teknologi modern untuk sebagian didorong oleh tuntutan pasar.
Keempat, akibat perkembangan yang pesat ini, teknologi modern dicirikan oleh sistem hak individual yang dilegalisasikan oleh paten. Sistem kepemilikan pada teknologi modern ialah kompensasi biaya yang harus dikeluarkan dalam proses menemukan dan mengembangkan teknologi modern. Hal ini dikarenakan tidak setiap masyarakat mampu menemukan dan mengembangkan teknologi modern. Dibutuhkan pendidikan dan keterampilan yang tinggi untuk dapat menemukan dan mengembangkan teknologi modern. Dengan adanya hak milik teknologi tersebut pihak lain tidak boleh meniru suatu teknologi baru.
Kelima, teknologi modern memiliki nilai jual yang tinggi. Itulahsebabnya banyak yang tidak segan-segan menginvestasikan modal untuk melakukan penelitian dasar agar berhasil menciptakan dan mengembangkan sebuah teknologi baru sambil berharap bahwa bila berhasil menemukan dan mengembangkan teknologi tersebut ia akan memperoleh keuntungan yang besar. Akibat pergeseran orientasi penemuan dan pengembangan teknologi modern ini, pengembangan ilmu pengetahuan (yang merupakan bahan dasar penemuan dan pengembangan teknologi baru) juga berorientasi lebih praktis.
Keenam, teknologi modern menjadi salah satu faktor pendorongekspansi perusahaan-perusahaan multinasional yang telah melampaui kedaulatan negara. Berbagai penemuan dan pengembangan teknologi modern yang terkait dengan proses produksi memungkinkan berbagai perusahaan multinasional membuka pabrik di negara-negara Asia Tenggara
more klik ppt
Labels:
bahan ajar konsep teknologi
Wednesday, December 23, 2009
Etika Research
ETIKA
Etika berasal dari bahasan Yunani ethos.Etika ditinjau dari aspek etimologis memiliki makna kebiasaan dan peraturan perilaku yang berlaku dalam masyarakat.
Menurut pandangan Sastrapratedja (2004), etika dalam konteks filsafat merupakan refleksi filsafati atas moralitas masyarakat sehingga etika disebut pula sebagai filsafat moral. etika dalam ranah penelitian lebih menunjuk pada prinsip-prinsip etis yang diterapkan dalam kegiatan penelitian.
Etika penelitian memiliki berbagai macam prinsip, namun terdapat empat prinsip utama yang perlu dipahami oleh pembaca, yaitu (Milton, 1999; Loiselle, Profetto-McGrath, Polit & Beck, 2004). :
• Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity),
• Menghormati privasi dan kerahasiaan subyek penelitian (respect for privacy and confidentiality),
• Keadilan dan inklusivitas (respect for justice and inclusiveness), dan
• Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harms and benefits)
Beberapa tindakan yang terkait dengan prinsip menghormati harkat dan martabat manusia, adalah, peneliti mempersiapkan formulir persetujuan subyek (informed consent) yang terdiri dari:
• Penjelasan manfaat penelitian;
• Penjelasan kemungkinan risiko dan ketidaknyamanan yang dapat ditimbulkan;
• Penjelasan manfaat yang akan didapatkan;
• Persetujuan peneliti dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan subyek berkaitan dengan prosedur penelitian;
• Persetujuan subyek dapat mengundurkan diri kapan saja; dan
• Jaminan anonimitas dan kerahasiaan.
Prinsip kedua, setiap manusia memiliki hak-hak dasar individu termasuk privasi dan kebebasan individu. Pada dasarnya penelitian akan memberikan akibat terbukanya informasi individu termasuk informasi yang bersifat pribadi. Sedangkan, tidak semua orang menginginkan informasinya diketahui oleh orang lain, sehingga peneliti perlu memperhatikan hak-hak dasar individu tersebut. Dalam aplikasinya, peneliti tidak boleh menampilkan informasi mengenai identitas baik nama maupun alamat asal subyek dalam kuesioner dan alat ukur apapun untuk menjaga anonimitas dan kerahasiaan identitas subyek. Peneliti dapat menggunakan koding (inisial atau identification number) sebagai pengganti identitas responden.
Prinsip ketiga, prinsip keadilan memiliki konotasi keterbukaan dan adil. Untuk memenuhi prinsip keterbukaan, penelitian dilakukan secara jujur, hati-hati, profesional, berperikemanusiaan, dan memperhatikan faktor-faktor ketepatan, keseksamaan, kecermatan, intimitas, psikologis serta perasaan religius subyek etika dalam ranah penelitian lebih menunjuk pada prinsip-prinsip etis yang diterapkan dalam kegiatan penelitian. Lingkungan penelitian dikondisikan agar memenuhi prinsip keterbukaan yaitu kejelasan prosedur penelitian.
Contoh dalam prosedur penelitian, peneliti mempertimbangkan aspek keadilan gender dan hak subyek untuk mendapatkan perlakuan yang sama baik sebelum, selama, maupun sesudah berpartisipasi dalam penelitian.
Prinsip keempat, peneliti melaksanakan penelitian sesuai dengan prosedur penelitian guna mendapatkan hasil yang bermanfaat semaksimal mungkin bagi subyek penelitian dan dapat dijeneralisasikan di tingkat populasi (beneficence). Peneliti meminimalisasi dampak yang merugikan bagi subyek (nonmaleficence). Apabila intervensi penelitian berpotensi mengakibatkan cedera atau stres tambahan maka subyek dikeluarkan dari kegiatan penelitian untuk mencegah terjadinya cedera, kesakitan, stres, maupun kematian subyek penelitian.
ETIKA RESEARCH
Etika research adalah suatu norma-norma dalam masyarakat ilmiah yang berdasarkan pada agama, etika umum, kode etika profesi. Etika research ini sangat penting dan harus diterapkan agar:
• Terjalin hubungan yang harmonis dan korferatif antara peneliti dan subyek peneliti.
• Antara peneliti dan subyek saling menghormati, menghargai, menyadari posisi masing-masing.
• Dalam setiap tahapan penelitian tidak ada yang merasa dibohongi, dilecehkan.
Sebagai insan yang beragama, peneliti memiliki tanggung jawab moral, oleh karena itu dalam setiap tahapan penelitian hendaknya.
• Selalu jujur dalam berfikir, berperilaku dan bertutur kata
• Menghargai pendapat/ide orang lain
• Mengakui kekurangan diri sendiri dan menerima kelebihan orang lain.
Sebagai anggota masyarakat ilmiah, peneliti memiliki kewajiban:
• Selalu menjaga nama kelompok / masyarakat ilmiah
• Inovatif dalam menerapkan dan mengembangkan ilmu sesuai dengan bidangnya.
• Tidak melanggar batas-batas etika profesi
Etika Penelitian (non teknis) :
Selain didasarkan pada kaidah-kaidah ilmiah (metode ilmiah), pelaksanaan penelitian harus mengikuti etika penelitian. Etika Penelitian berkaitan dengan norma-norma :
Norma Sopan-santun
Peneliti memperhatikan konvensi dan kebiasaan dalam tatanan di masyarakat
Norma Hukum
Bila terjadi pelanggaran maka Peneliti akan dikenakan sanksi
Norma Moral
Peneliti mempunyai itikad dan kesadaran yang baik dan jujur dalam penelitian
Mengapa etika research penting diberikan kepada peserta?• Dasarnya:karena manusia/objek kajian/ subyeknya adalah manusia (human being)
• Data yang diperoleh harus data obyektif,oleh karena itu harus sesuai dengan prosedur
• Dengan data itu harus dibuat suatu laporan ilmiah
• Dengan data itu dapat menerangkan, menjelaskan apa yang diteliti
Peneliti sebagai penulis mempunyai tanggung jawab kepada siapa:
• Masyarakat ilmiah
• Iptek di bidang masing-masing
• Tuhan Yang Maha Esa
Manifestasi di etika penulisan ”Informed Consent”Tahap penelitian:
1. Persiapan
a) Kewajiban meneliti
b) Kewajiban peneliti
o Hargai ide orang lain
o Hasil riset orang lain
o Membantu orang lain
2. Pengumpulan data secara etis dibenarkan :
a) Wawancara
b) Observasi
c) Eksperimental
Jika memakai obyek manusia , asasnya:
a) Kesukarelaan
b) Ijin atas dasar pengertian(infrmed consent)
c) Hormati subyek (perlakukan dengan baik)
Contoh Pelanggaran Etika Penelitian :
• Pengubahan data/informasi (manipulasi data/informasi)
• Penyalahgunaan data/informasi
• Pengakuan dan penggunaan data/informasi tanpa ijin
• Publikasi hasil penelitian penugasan tanpa ijin
• Tidak merahasiakan sumber data yg semestinya dirahasiakan
• Tidak menghormati responden
• Menjiplak hasil penelitian orang lain tanpa ijin (plagiat)
• Tidak menyusun laporan hasil penelitian
klik ppt
Labels:
bahan ajar metode penelitian
Monday, November 30, 2009
Tata Letak Pabrik (Plant Lay Out)
Layout (tata letak) adalah konsep pengaturan tenaga kerja, ruang yang tersedia, fasilitas dan peralatan yang dipergunakan agar aliran informasi dan bahan berjalan efektif dan efisien.
Plant layout didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas – fasilitas pabrik pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi
Tujuan Layout adalah mengatur areal kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk operasi produksi, aman, dan nyaman sehingga dapat meningkatkan moral kerja yang baik dari operator.
Tujuan utama design tata letak pabrik adl meminimalkan total biaya yg menyangkut:
Biaya untuk kontruksi dan instalasi, baik untuk bangunan mesin, maupun fasilitas produksi lainnya.
Biaya pemindahan bahan
Biaya produksi, maintenance, safety dan biaya penyimpanan produk setengah jadi
Tata letak yang efektif dapat membantu perusahaan dalam mempertimbangkan berbagai faktor yaitu:
1. Pemanfaatan yang lebih besar atas ruangan, peralatan, dan manusia.
2. Arus informasi, bahan baku, dan manusia yang lebih baik.
3. Peningkatan moral karyawan dan kondisi kerja yang lebih aman.
4. Lebih memudahkan konsumen.
5. Flexibel
Pengaturan Layout memberikan manfaat dalam sistem produksi, antara lain:
Menaikan output Produksi
Mengurangi waktu Tunggu
Mengurangi proses perpindahan barang
Menghemat penggunaan area
Peningkatan daya guna pemakaian mesin, peralatan, & Fasilitas Produksi
Mengurangi Kemacetan dan Kesimpangsiuran
Memperbaiki moral dan kepuasan kerja
Prinsip-Prinsip Dasar Dalam Rancangan Tata Letak (Layout) Yaitu:
1. Integrasi secara menyeluruh atas semua faktor yang mempengaruhi faktor produksi
2. Jarak pindah barang diupayakan seminimal mungkin
3. Aliran kerja berlangsung secara normal
4. Semua area dimanfaatkan secara efektif & Efesien
5. Kepuasan kerja dan rasa aman pekerja dijaga sebaik-baiknya.
6. Pengaturan tata letak harus fleksibel.
more klik ppt
Labels:
bahan ajar manajemen industri
Sunday, November 29, 2009
Variabel Penelitian
PENGERTIAN VARIABEL PENELITIAN
Variabel adalah suatu yang menjadi objek penelitian. Atau
Symbol atau konsep yang diasumsikan sebagai seperangkat nilai-nilai atau konsep yang mempunyai variabilitas.
Secara umum variabel terbagi 5 macam yaitu :
1. Variabel bebas
2. Variabel terikat
3. Variabel moderator
4. Variabel kontrol
5. Variabel pengacau
1. Variabel bebas (variabel pengaruh)
adalah variabel independent yang memungkinkan munculnya variabel-variabel lain.
Variabel bebas merupakan variable stimulus atau variable yang mempengaruhi variable lain.
variable yang faktornya diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungannya dengan suatu gejala yang diobservasi.
2. Variabel terikat (Variabel terpengaruh)
adalah variabel dependent yang merupakan akibat dari variabel bebas.
adalah variable yang memberikan reaksi/respon jika dihubungkan dengan varibel bebas.
adalah variable yang faktornya diamati dan diukur untuk menentukan pengaruh yang disebabkan oleh varaibel bebas.
Hubungan Antara Variabel Bebas dan Variabel Tergantung
Pada umumnya orang melakukan penelitian dengan menggunakan lebih dari satu varibel, yaitu variable bebas dan variable tergantung. Kedua varibel tersebut kemudian dicari hubungannya.
Contoh 1
Hipotesis penelitian: Ada hubungan antara “gaya kepemimpinan” dengan “kinerja” pegawai
§ Variabel bebas: gaya kepemimpinan
§ Variabel tergantung: Kinerja
3. Variable moderator
adalah variable penengah antara variable satu dengan variable lainnya.
merupakan variable yang faktornya diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk mengetahui apakah varaibel tersebut mengubah hubungan antara variable bebas dan variabel tergantung.
Contoh : Kita ingin mengetahui apakah hasil test bahasa Inggris (variable pengaruh) mempengaruhi hasil test matematika (variable terpengaruh). Jika kita masukkan variable lain (misalnya jenis kelamin, atau sosio ekonomi dari siswa yang diteliti), maka ini disebut variable moderator.
Contoh lain:
Hipotesis: Ada hubungan antara promosi di media televisi dengan meningkatnya kesadaran merek handphone Samsung di kalangan konsumen
§ Variabel bebas: promosi
§ Variabel tergantung: kesadaran merek
§ Variable moderat: media promosi
more klik ppt
Instrumen Penelitian
PENGUKURAN (MEASUREMENT) dan INSTRUMENTASI
Pengukuran merupakan tahap penelitian yang sangat menentukan kualitas penelitian
PENGUKURAN
Pemberian batas kuantifikasi tertentu pada variabel sehingga dapat diketahui nilai atau besaran variasinya _____ alat ukur (instrumen)
INSTRUMEN Penelitian
Proses pemilihan atau pengembangan metode dan alat ukur untuk mengukur besaran nilai variabel dalam rangka pembuktian kebenaran hipotesis
Suatu alat yg digunakan mengukur fenomena alam (variabel) maupun sosial yg diamati.
Instrumen dapat berupa alat ukur nyata, atau suatu cara tidak langsung misalnya dengan sistem skor
Jenis alat ukur yang dipilih sangat tergantung pada definisi operasional variabel
Contoh instrumen yg digunakan untuk mengukur variabel dalam ilmu alam yg sudah teruji validitas dan reliabilitasnya :
- Panas : calorimeter
- Variabel suhu : thermometer
- Variabel panjang : mistar (meteran)
Contoh instrumen dalam ilmu sosial
- Mengukur IQ
- Mengukur bakat
- Mengukur sikap
Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Validitas
Validitas : instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharunya diukur.
Berapa dekat alat ukur menyatakan apa yang harus diukur (true value)
Contoh
Meteran yg valid dapat digunakan untuk mengukur panjang dg teliti, karena alat tersebut betul untuk mengukur panjang .
Reliabiltas
Instrumen yg reliabiltas adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yg sama, akan menghasilkan data yang sama.
= kehandalan = reliabilitas = reprodusibilitas = konsisten
Kemampuan alat ukur memberikan hasil yang sama jika dilakukan pengukuran berulang pada bahan yang sama
more klik ppt
Friday, November 27, 2009
Pemilihan Lokasi Pabrik
Pemilihan Lokasi pabrik
Pemilihan lokasi pada dasarnya menentukan suatu tempat atau lokasi yang tepat untuk
suatu usaha, perkantoran dengan tujuan tertentu yang memperhitungkan kelebihan dan kekurangan lokasi tersebut.
Lokasi perusahaan adalah suatu tempat dimana perusahaan melakukan aktivitasnya.
Lokasi pabrik dimaksudkan sebagai lokasi dimana fasilitas-fasilitas produksi diletakan
Fasilitas produksi adalah sesuatu yang dibangun, diadakan atau diinvestasikan guna melaksanakan aktivitas produksi.
Lokasi pabrik yg paling ideal adalah terletak pada suatu tempat yg akhirnya mampu memberikan total biaya produksi yg rendah dan keuntungan yg maksimal.
Agar tidak terjadi dampak negatif dari masyarakat, dalam memilih lokasi pabrik harus memperhatikan kelayakan aspek hukum, sosial, ekonomi dan budaya.
Penentuan lokasi strategis pabrik harus memperhatikan 2 faktor, yakni:
1. Faktor primer: bahan baku dan bahan pembantu, tenaga kerja, sarana transfortasi, listrik,air, komunikasi dan letak pasar sasaran
2. Faktor sekunder : iklim, keadaan tanah, kemungkinan pengembangan dan kebijakan pemerintah
Tujuan 2 faktor diatas adalah mengurangi pemborosan dalam hal
Pembangunan gedung
Pengadaan peralatan
Kebutuhan modal kerja
Jenis data penentuan lokasi pabrik
1. Data kuantitatif : jumlah dan biaya bahan baku, bahan tambahan, tenaga kerja, transfortasi, listrik, air, alat komunikasi, bangunan dan peralatan
2. Data kualitatif : kualitas sarana transfortasi, iklim dan kebijakan pemerintah
Dasar dasar pemilihan lokasi pabrik
1. Pemilihan daerah atau teritorial secara umum.
2. Pemilihan berdasarkan size dari jumlah penduduk dan lahan secara khusus.
Kondisi umum yg berpengaruh dalam proses penetuan lokasi pabrik:
1. Lokasi di kota besar
Diperlukan tenaga kerja terampil dg jumlah yg besar.
Proses produksi tergantung pada fasilitas2 seperti listrik,gas dll
Kontak dg pemasok dekat dan cepat
Sarana transfortasi dan komunikasi mudah didapatkan
2. Lokasi dipinggir kota
Semi skilled atau female labor mudah diperoleh
Menghindari pajak yg berat
Tenaga kerja tinggal dekat dg lokasi pabrik
Populasi tdk besar shg masalah lingk tdk banyak timbul
3. Lokasi jauh di luar kota
Lahan yg luas sangat diperlukan (ekspansi yg akan datang)
Pajak terendah lebih dikehendaki
Tenaga kerja tidak terampil dalam jumlah besar lebih dikehendaki.
Upah buruh lebih rendah mudah didapatkan
Baik untuk proses manufakturing produk produk yg berbahaya.
more klik ppt
Labels:
bahan ajar manajemen industri
Industri & Manajemen Industri
Industri
Industri didefinisikan sebagai suatu lokasi/tempat dimana aktivitas produksi akan diselenggarakan
Pengertian tentang produk
Produk, output, man-made object
Bentuk/wujud fisik, tangible, abstrak (jasa)
Finished goods product, defects, waste, scrap
Diperoleh dr proses 1. trasformasi fisik/non fisik (bentuk, ukuran, dimensi linier, berat, volume, unsur kimiawi, sifat. 2. nilai tambah (nilai fungsional dan nilai ekonomis)
Karakteristik produk
Karakteristik : jati diri
Bisa berupa “kualitas produk” atau yg bersifat khas (unique) atau keistimewaan sebuah produk yg mampu memberikan ciri dan memudahkan didalam mengidentifikasikannya.
Beberapa atribut dlm pembentukan karakter produk:
1. Jenis dan kualitas material yg dipergunakan.
2. Teknologi proses yg diaplikasikan (ketelitian, toleransi)
3. Ergonomic qualities (comfort & safety)
4. Fungsi operasional (keandalan, performance, dll)
5. Estetika (personal taste, hand-made, dll)
6. Cost/price (murah-mudah rusak atau mahal- kualitas tinggi)
Adanya proses manajemen jelas akan memberikan ketetapan mengenai:
1. Sistem nilai dan tujuan yg ingin dicapai.
2. Struktur organisasi dikaitkan dg hirarki, tanggung jawab dan wewenang
3. Perancangan, perencanaan dan pengendalian aktivitas operasional yg harus dilaksanakan
more klik ppt
Labels:
bahan ajar manajemen industri
Pengendalian Konsep Kualitas Terpadu
PENGENDALIAN KONSEP KUALITAS TERPADU
Total Quality Management (TQM)
adalah suatu sistem manajemen untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas organisasi dg menggunakan pengendalian kualitas dlm pemecahan masalah yg mengikutsertakan seluruh karyawan dlm rangka memberikan kepuasan kepada pelanggan.
Konsep kualitas itu sendiri sering dianggap sebagai ukuran relatif kebaikan suatu produk atau jasa yg terdiri atas kualitas desain atau rancangan dan kualitas kesesuaian atau kecocokan
SISTEM MANAJEMEN MUTU
Ada 3 tingkatan standar yg berbeda dalam sektor jasa
1. Tingkat terendah: standar bahan baku dan komponen yg dibeli.
2. Tingkat sedang: standar untuk proses atau produk jasa.
3. Tingkat tertinggi: standar untuk manufaktur, industri-industri jasa (ISO 9000).
Kualitas /Mutu
Definisi :
Suatu strategi dasar bisnis yg menghasilkan barang dan jasa yg memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen internal dan eksternal.
Produk atau jasa yg berkualitas adl:
• Bila produk atau jasa tsb memenuhi atau bahkan melampaui harapan konsumen bukan saja satu kali tetapi berulangkali.
• Memberikan kepuasan kepada pelanggan
KONSEP KUALITAS
Masa dahulu, produk2 yang cacat (yang bisa menyebabkan kecelakaan, kerusakan dan pencemaran) tidak menjadi masalah utama, yang penting bisa memproduksi banyak.
Dalam masa sekarang, sasaran produksi adalah menciptakan produksi yang bisa laku sehingga tekanannya beralih dari jumlah ke mutu.
Unsur-unsur dalam menilai mutu :
1. Harga yang wajar
2. Ekonomi
3. Awet
4. Aman
5. Mudah digunakan
6. Mudah dibuat
7. Mudah dibuang
Unsur-unsur untuk memiliki produk yang unggul :
1. Desain yang bagus
2. Keunggulan dalam persaingan
3. Daya tarik fisik
4. Berbeda dan asli
more klik ppt
Labels:
bahan ajar manajemen industri
Wednesday, November 18, 2009
Populasi & Sampel
Pengertian Populasi
Sugiyono (2001: 55) , populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi adalah objek utama dari penelitian yang direncanakan. Populasi bisa terkait dengan manusianya serta tindakannya maupun objek lain yang ada di alam. Apabila populasi dalam jumlah banyak, maka diadakan sampel disesuaikan dengan kaedah keilmuan.
Margono (2004: 118), populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan. Jadi populasi berhubungan dengan data, bukan manusianya. Kalau setiap manusia memberikan suatu data maka, maka banyaknya atau ukuran populasi akan sama dengan banyaknya manusia.
Populasi dapat dibedakan berikut ini.
Populasi terbatas atau populasi terhingga, yakni populasi yang memiliki batas kuantitatif secara jelas karena memilki karakteristik yang terbatas. Misalnya 5.000.000 orang guru SMA pada awal tahun 1985, dengan karakteristik; masa kerja 2 tahun, lulusan program Strata 1, dan lain-lain.
Populasi tak terbatas atau populasi tak terhingga, yakni populasi yang tidak dapat ditemukan batas-batasnya, sehingga tidak dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah secara kuantitatif. Misalnya guru di Indonesia, yang berarti jumlahnya harus dihitung sejak guru pertama ada sampai sekarang dan yang akan datang.
Margono (2004: 119) populasi dapat dibedakan ke dalam hal berikut ini:
Populasi teoretis (teoritical population), yakni sejumlah populasi yang batas-batasnya ditetapkan secara kualitatif. Kemudian agar hasil penelitian berlaku juga bagi populasi yang lebih luas, maka ditetapkan terdiri dari guru; berumur 25 tahun sampai dengan 40 tahun, program S1, jalur skripsi, dan lain-lain.
Populasi yang tersedia (accessible population), yakni sejumlah populasi yang secara kuantitatif dapat dinyatakan dengan tegas. Misalnya, guru sebanyak 250 di kota Bandung terdiri dari guru yang memiliki karakteristik yang telah ditetapkan dalam populasi teoretis.
Margono (2004: 119-120) pun menyatakan bahwa persoalan populasi penelitian harus dibedakan ke dalam sifat berikut ini:
Populasi yang bersifat homogen, yakni populasi yang unsur-unsurnya memiliki sifat yang sama, sehingga tidak perlu dipersoalkan jumlahnya secara kuantitatif. Misalnya, seorang dokter yang akan melihat golongan darah seseorang, maka ia cukup mengambil setetes darah saja. Dokter itu tidak perlu satu botol, sebab setetes dan sebotol darah, hasilnya akan sama saja.
Populasi yang bersifat heterogen, yakni populasi yang unsur-unsurnya memiliki sifat atau keadaan yang bervariasi, sehingga perlu ditetapkan batas-batasnya, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Penelitian di bidang sosial yang objeknya manusia atau gejala-gejala dalam kehidupan manusia menghadapi populasi yang heterogen.
more klik ppt
Labels:
bahan ajar metode penelitian
Judul
JUDUL
Bagaimana cara menulis judul yang baik? atau lebih tepatnya mungkin bagaimana kita menarik perhatian calon pembaca artikel kita dengan judul?
1. judul yang kita buat harus mencerminkan isi keseluruhan makalah.
2. Usahakan judul yang dibuat menjawab pertanyaan ataupun menawarkan sebuah jawaban.
3. Judul penelitian hendaknya dibuat singkat, jelas, menunjukkan dengan tepat masalah yang akan diteliti, dan tidak memberi peluang bagi penafsiran yang bermacam-macam.
Judul proposal penelitian
Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal penelitian.
karena merupakan gerbang pertama, maka judul proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca.
Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya. Judul karya ilmiah berbeda dengan judul novel atau semacamnya dalam hal kejelasan kaitannya dengan isi.
Ada beberapa metode bijak untuk menentukan judul skripsi, tesis, disertasi, tugas akhir, tugas khusus dan penulisan karya ilmiah lainnya. Cara-cara tersebut adalah :
1. Sesuaikan judul dengan basic interest/kesukaan
2. Sesuaikan dengan kemampuan
3. Simulasikan hasil judul sementara dengan kebutuhan masyarakat
4. Cari referensi yang mendukung
5. Sharing dosen, teman, kolega dan lainnya
6. Do it
SYARAT JUDUL TUGAS AKHIR YANG BAIK
Produk
artinya adalah hasil penelitian (software, game, metodologi, model, etc) yang kita akan kembangkan. Produk inilah yang akan mengisi bab-bab tentang pengembangan produk, setelah bab landasan teori.
Teori
artinya teori yang melandasi produk yang kita buat tadi. Teori inilah yang akan menguasai paragraf-paragraf di bab Landasan teori.
Tujuan,
biasanya kita ambilkan dari masalah yang kita ambil dan tujuan dari penelitian ini untuk memecahkan masalah tersebut di sisi apa. Bisa membuat lebih efektif, membuat lebih akurat, membuat lebih banyak secara kuantitas, dsb.
Obyek
adalah dimana kita menerapkan produk yang sudah kita kembangkan.
more klik ppt
Labels:
bahan ajar metode penelitian
Tinjauan Pustaka
TINJAUAN PUSTAKA
Latar Belakang
Tinjauan pustaka biasanya hanya muncul di karya-karya ilmiah seperti skripsi, tesis, disertasi. Pada makalah-makalah singkat biasanya bagian ini tidak ditentukan. Yang melatar belakangi mengapa tinjauan pustaka menjadi salah satu bagian dari skripsi, tesis atau disertasi adalah kenyataan bahwa penelitian yang dilakukan merupakan salah satu mata rantai dari penelitian-penelitian terdahulu. Tidak ada satupun penelitian yang terisolasi dari penelitian-penelitian sebelumnya. Dengan demikian aadalah sesuatu yang wajar jika peneliti menyebutkan dan menjelaskan penelitian-penelitian yang menjadi acuannya.
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Pustaka mempunyai arti: peninjauan kembali pustaka-pustaka yang terkait
“Pustaka" berarti karya-karya yang menjadi rujukan untuk memahami dan menyelidiki masalah penelitian.
Review of related literature/ literature review
more klik ppt
Labels:
bahan ajar metode penelitian
Sunday, November 15, 2009
KEBIJAKAN PENGUASAAN TEKNOLOGI
Kebijakan penguasaan teknologi
Di era persaingan global yang semakin tajam, penguasaan teknologi oleh suatu bangsa adalah faktor penting untuk mampu bersaing sekaligus bertahan hidup. Bahkan, penguasaan teknologi menjadi faktor strategik sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Beberapa negara industri baru di kawasan Asia, sukses memiliki pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam dua dasawarsa terakhir, tak lain karena memiliki kebijakan dan perencanaan teknologi yang komprehensif dan integratif.
Ketersediaan sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi tinggi dalam bidang keteknikan, sangat diperlukan untuk menopang terwujudnya penguasaan teknologi.
Di awal tahun 90-an, BPPT dikenal sebagai lembaga riset berbagai bidang keteknikan, yang keberadaannya berperan dalam mendukung perkembangan industri perkapalan, penerbangan, permesinan atau energi di dalam negeri.
Lembaga serupa di negara lain, seperti, Korea Institute of Scinece and Technology (KISK) di Korea, Council of Scientific and Industrial Research (CSIR) di India,
State Science & Technology Commission (SSTC) di Cina,
the Science and Technology Development Board (SRDB) di Thailand,
atau Intensification of Research in Priority Area (IRPA) di Malaysia,
Tinjauan atas perlunya kebijakan teknologi dalam program pembangunan:
Pertama: Mempertemukan sasaran pengembangan SDM (sektor pendidikan) dengan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh berbagai sektor pembangunan.
Kedua: memilih teknologi yang cocok guna eksploitasi sumberdaya alam seperti tanah, air, hutan, gas, bahan tambang, dan lainnya, termasuk mempertimbangkan dampak teknologi yang dipakai terhadap lingkungan, estimasi kemungkinan daur ulang secara alamiah, penentuan dampak atas pembangunan wilayah, nilai investasi dan penyerapan tenaga kerja.
Ketiga, Mencari aspek keunggulan komperatif maupun kompetitif bagi bidang usaha-usaha tertentu, ditinjau dari sisi besaran kandungan teknologi yang melekat pada barang dan jasa yang diperdagangkan (ekspor dan impor), agar diperoleh neraca perdagangan yang positif.
Keempat, Mengintegrasikan kebijakan sektor-sektor yang terkait. Menyatukan visi serta komitmen berbagai disiplin dan keahlian dari perpektif bahwa teknologi dan penguasaan teknologi merupakan sumberdaya yang sangat penting bagi pembangunan sosial-ekonomi bangsa.
Komitmen
Komitmen bersama sangat diperlukan untuk melahirkan kebijakan teknologi yang komprehensif dan integratif. Apalagi, ditinjau dari berbagai perspektif ilmu, sejatinya. teknologi memberi andil besar bagi kemajuan suatu bangsa, bahkan terhadap kemajuan peradaban umat manusia.
Dari perspektif Ilmu Ekonomi misalnya,
teknologi adalah salah satu faktor produksi guna mentransformasi bahan baku menjadi produk.
Teknologi juga berperan menggerakkan dan menumbuhkan berbagai sektor perekonomian.
Dari perspektif Ilmu Sosial,
teknologi merupakan instrumen untuk membantu menyelesaikan banyak masalah yang dihadapi masyarakat. Baik masyarakat desa maupun masyarakat kota.
Dari perspektif Ilmu Budaya atau Antropologi,
teknologi merupakan penggerak utama terjadinya perubahan budaya atau peradaban umat manusia.
Dari perspektif Ilmu Manajemen,
teknologi adalah aset strategis perusahaan yang berguna dalam menghadapi persaingan bisnis.
Sedangkan dari sisi Ilmu Teknik sendiri,
teknologi merupakan instrumen penting untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas kerja.
Menurut Lewis Thomas, teknologi terbagi dalam dua yaitu real high technology dan halfway technology.
Real high technology jika teknologi dapat digunakan secara efektif dan tidak memakan biaya yang begitu besar, tidak membebankan penggunanya.
Contohnya pencegahan virus yang menyerang anak-anak melalui imunisasi, hampir semua anak-anak dapat merasakan penemuan ini.
Halfway technology adalah
Teknologi yang bermanfaat namun tidak semua orang dapat merasakan manfaatnya, hal ini dapat disebabkan karena teknologi tersebut tidak terjangkau oleh semua orang dan tidak dapat diaplikasikan setiap saat.
Sebagai contoh,
transplantasi organ dan perawatan kanker. Oleh karena itu, dibutuhkan riset lebih lanjut agar teknologi ini dapat bisa merakyat
Penerapan teknologi gas melalui konversi minyak tanah ke gas. Penerapan teknologi tersebut ditujukan untuk mengatasi kerugian pemerintah yang selama ini mensubsidi minyak tanah agar harganya tidak terlalu tinggi. Akan tetapi penerapan teknologi ini justru membuat rakyat semakin menderita terutama bagi rakyat miskin yang tidak mampu mengkonsumsi gas.
bentuk ppt klik disini
Friday, November 6, 2009
Alih Teknologi
Alih teknologi secara rinci dilakukan berdasarkan pada dua argumen berikut.
Pertama, alih teknologi merupakan issue yang paling dalam kehidupan masyarakat modern di era globalisasi. Tidak ada satu pun masyarakat yang tidak melakukan proses alih teknologi, baik yang melibatkan sektor swasta maupun pemerintah. Oleh sebab itu, banyak studi tentang alih teknologi yang memfokuskan diri pada tata cara, konteks dan manfaat alih teknologi.
Kedua, proses alih teknologi ternyata juga mengalami benturan nilai. Gejala ini terkait dengan pandangan bahwa teknologi merupakan produk sosial yang bersifat khas, serta merefleksikan tatanan sosio-kultural masyarakat tersebut.
Sebagai contoh, suatu masyarakat petani tradisional yang menggunakan teknologi traktor dalam proses membajak lahan, akan berhadapan dengan buruh ini dan pemilik kerbau sebelumnya.
Proses alih teknologi ini pada akhirnya akan merubah cara pandang petani tradisional terhadap petani yang lain.
Cara pandang mereka menjadi lebih komersial. Bila sebelumnya seorang petani tradisional mempekerjakan buruh tani lantaran pertimbangan emosional, maka ketika ia menggunakan teknologi traktor, pertimbangan tersebut menjadi pudar dan digantikan oleh pertimbangan-pertimbangan yang lebih rasional.
Penguasaan teknologi bukan mengacu hanya pada efisiensi teknis, tetapi juga kemampuan untuk menyesuaikan teknologi sehingga lebih cocok dengan kondisi lokal, serta kemampuan untuk menciptakan teknologi baru yang lebih baik.
Konsep Alih Teknologi
Secara sederhana, konsep alih teknologi dapat diartikan sebagai salah satu cara untuk memperoleh kemampuan teknologi, di mana saluran yang dapat dipakai juga bermacam-macam.
Sebagai contoh: alih teknologi dapat dilakukan dengan cara penanaman modal asing, melalui berbagai perjanjian bantuan teknis dan manajerial, melalui tukar-menukar tenaga ahli, melalui buku-buku, dan sebagainya.
Santikar (1981) menunjukkan bahwa ada empat macam konsep alih teknologi, di mana masing-masing konsep membutuhkan kemampuan teknologi dan pendalaman teknologi yang berbeda-beda. Keempat konsep alih teknologi tersebut adalah:
1. Alih teknologi secara geografis. Konsep ini menganggap alih teknologi telah terjadi jika teknologi tersebut telah dapat digunakan di tempat yang baru, sedangkan sumber-sumber masukan sama sekali tidak diperhatikan.
2. Alih teknologi kepada tenaga kerja lokal. Dalam konsep ini, alih teknologi terjadi jika tenaga kerja lokal sudah mampu menangani teknologi impor dengan efisien, yaitu jika mereka telah dapat menjalankan mesin-mesin, menyiapkan skema masukan-keluaran, dan merencanakan penjualan.
3. Transmisi atau difusi teknologi. Dalam konsep ini, alih teknologi terjadi jika teknologi menyebar ke unit-unit produktif lokal lainnya. Hal ini dapat terjadi melalui program sub-contracting atau usaha-usaha diseminasi lainnya.
4. Pengembangan dan adaptasi teknologi. Dalam konsep ini, alih teknologi baru terjadi jika tenaga kerja lokal yang telah memahami teknologi tersebut mulai mengadaptasinya untuk kebutuhan-kebutuhan spesifik setempat ataupun dapat memodifikasinya untuk berbagai kebutuhan.
Jika dilihat prosesnya, alih teknologi dapat dilihat sebagai suatu proses yang dimulai sejak dari kontak awal penerima dengan pemilik teknologi; dilanjutkan dengan negosiasi terutama untuk mengatasi berbagai hambatan yang disebabkan oleh perbedaan sosial budaya antara pemilik dan penerima teknologi; kemudian tahap implementasi; serta proses umpan balik dan pertukaran yang terjadi terus-menerus, sampai hubungan antara pemilik dan penerima teknologi baru terputus.
Faktor-faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam usaha penerapan temuan teknologi maupun upaya melakukan alih teknologi ?
faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam proses alih teknologi yaitu,
- pengembangan teknologi (technology development),
- penilaian/evaluasi teknologi (technology evaluation)
- serta penilaian dan pengelolaan teknologi (technology assessment and management) (Burge, 1993).
Tahapan tersebut pada intinya terdiri dari tiga tahapan pokok, yaitu:
Tahap 1. Pengembangan teknologi
• Penilaian kebutuhan
• Pengembangan rancangan teknis
Tahap 2. Penilaian teknologi
• Ketepatan teknologi dari perspektif teknologi
• Ketepatan teknologi dari perspektif sosial/institusional
Tahap 3. Penilaian dampak dan Pengelolaan teknologi
• Penilaian dampak
• Pemantauan dampak dan pengelolaannya
more klik disini
Friday, October 16, 2009
Kebudayaan Teknologi
MEMAHAMI KEBUDAYAAN
Kebudayaan atau culture adalah keseluruhan pemikiran dan benda yang dibuat atau diciptakan oleh manusia dalam perkembangan sejarahnya.
Ruth Benedict melihat kebudayaan sebagai pola pikir dan berbuat yang terlihat dalam kehidupan sekelompok manusia dan yang membedakannya dengan kelompok lain.
Para ahli umumnya sepakat bahwa kebudayaan adalah perilaku dan penyesuaian diri manusia berdasarkan hal-hal yang dipelajari/learning behavior (Sajidiman, dalam “Pembebasan Budaya-Budaya Kita” ;1999).
Kebudayaan dapat dibagi menjadi 3 macam dilihat dari keadaan jenis-jenisnya:
1. Hidup-kebatinan manusia, yaitu yang menimbulkan tertib damainya hidup masyarakat dengan adapt-istiadatnya yang halus dan indah; tertib damainya pemerintahan negeri; tertib damainya agama atau ilmu kebatinan dan kesusilaan.
2. Angan-angan manusia, yaitu yang dapat menimbulkan keluhuran bahasa, kesusasteraan dan kesusilaan.
3. Kepandaian manusia, yaitu yang menimbulkan macam-macam kepandaian tentang perusahaan tanah, perniagaan, kerajinan, pelayaran, hubungan lalu-lintas, kesenian yang berjenis-jenis; semuanya bersifat indah (Dewantara; 1994).
Perkembangan
Teknologi
Budaya Manusia.
keduanya beriringan
Perkembangan Budaya Manusia berkaitan:
- Pola Prilaku
- Benda Buatan
Kebudayaan bersifat:
a. Kebendaan (materi)
b. Bukan kebendaan (non materi)
Perkembangan teknologi merupakan bagian dari perkembangan budaya yang bersifat kebendaan.
Perkembangan teknologi disebabkan, usaha manusia untuk:
- menangani keterbatasan fisik
- bertahan hidup
- memudahkan aktifitas
- meningkatkan kualitas hidup
Kebudayaan bersifat:
a. Kebendaan (materi),
mancangkup pembuatan & penggunaan ;alat-alat, mesin, pakaian-perhiasan, gedung, kendaraan, benda huburan, serta benda fisik lain
b. Bukan kebendaan (non materi),
berkaitan dengan:tradisi, tata cara, kesenian, kebudayaan dll.
more klik disini
Hipotesis
Asal dan Fungsi Hipotesis
Hipoptesis dapat diturunkan dari teori yang berkaitan dengan masalah yang akan kita teliti. Jadi, Hipotesis tidak jatuh dari langit secara tiba-tiba!!!!!!
Misalnya seorang peneliti akan melakukan penelitian mengenai harga suatu produk maka agar dapat menurunkan hipotesis yang baik, sebaiknya yang bersangkutan membaca teori mengenai penentuan harga.
HIPOTESIS PENELITIAN
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian.
Jawaban sementara tersebut diperoleh melalui kerangka berpikir yang didasarkan pada kajian secara analisis dan konklusif. Jika dalam kajian teoritik diambil teori-teori yang sudah mapan, maka peneliti memiliki landasan berpijak yang kuat untuk menyusun kerangka berpikir bagi perumusan hipotesis.
Hipotesis masih perlu diuji kebenarannya
Menurut Borg dan Gall (dalam Arikunto, 1998: 70), penulisan hipotesis perlu mengikuti persayaratan sebagai berikut:
a) dirumuskan secara singkat tapi jelas;
b) dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih;
c) didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau peneliti yang terkait (tercantum dalam landasan teori atau tinjauan pustaka).
Hipotesis seperti ini disebut hipotesis asumsi yaitu hipotesis yang dapat dirumuskan sebelum data terkumpul. Jika teori-teori mengenai variabel penelitian masih baru atau belum mapan maka peneliti belum memiliki dasar yang kuat untuk menyusun kerangka berpikir bagi perumusan hipotesis.
Fungsi Hipotesis
Hipotesis merupakan kebenaran sementara yang perlu diuji kebenarannya oleh karena itu hipotesis berfungsi sebagai kemungkinan untuk menguji kebenaran suatu teori.
Jika hipotesis sudah diuji dan dibuktikan kebenaranya, maka hipotesis tersebut menjadi suatu teori. Jadi sebuah hipotesis diturunkan dari suatu teori yang sudah ada, kemudian diuji kebenarannya dan pada akhirnya memunculkan teori baru.
Fungsi hipotesis menurut Menurut Nasution ialah sbb:
Untuk menguji kebenaran suatu teori,
Memberikan gagasan baru untuk mengembangkan suatu teori dan
Memperluas pengetahuan peneliti mengenai suatu gejala yang sedang dipelajari.
more download disini
Labels:
bahan ajar metode penelitian
IDENTIFIKASI MASALAH
MASALAH PENELITIAN (RESEARCH PROBLEMS)
Sesuatu masalah yang harus dipecahkan atau dicari jawabannya oleh sipeneliti
Di sekeliling kita terdapat banyak masalah à apakah kita sadari atau tidak??
Dengan latihan terus menerus à kemampuan mengenal masalah akan lebih baik.
MASALAH/PERMASALAHAN/PROBLEMA
= PERBEDAAN
= KESENJANGAN
= GAP
APA YG SEHARUSNYA APA KENYATAANNYA
HARAPAN CAPAIAN
DAS SOLLEN DAS SEIN
GAP dapat berupa
KEKURANGAN
KELANGKAAN
KETIDAK TAHUAN
KETIDAK SEIMBANGAN
KETIDAK SESUAIAN
KETIMPANGAN
KERAGUAN
Masalah ?.
Adanya kesenjangan antara yang seharusnya dg kenyataan yg dihadapi.
Penyimpangan antara yang diharapkan dengan kejadian atau kenyataan dan dapat diselesaikan
Permasalahan dapat diidentifikasikan sebagai kesenjangan antara fakta dengan harapan, antara tren perkembangan dengan keinginan pengembangan, antara kenyataan dengan ide. Sutrisno Hadi (1986, 3)
Mengidentifikasikan permasalahan sebagai perwujudan “ketiadaan, kelangkaan, ketimpangan, ketertinggalan, kejanggalan, ketidakserasian, kemerosotan dan semacamnya”.
Rumusan permasalahan merupakan inti penelitian, sehingga bisa dipakai pertimbangan menyusun judul dan hipotesa
Cara-cara Formal Penemuan Permasalahan
1) Rekomendasi suatu riset.
2) Analogi adalah suatu cara penemuan permasalahan dengan cara “mengambil” pengetahuan dari bidang ilmu lain dan menerapkannya ke bidang yang diteliti
3) Renovasi. Cara renovasi dapat dipakai untuk mengganti komponen yang tidak cocok lagi dari suatu teori.
4) Dialektik, dalam hal ini, berarti tandingan atau sanggahan. Dengan cara dialektik, peneliti dapat mengusulkan untuk menghasilkan suatu teori yang merupakan tandingan atau sanggahan terhadap teori yang sudah ada.
5) Ekstrapolasi adalah cara untuk menemukan permasalahan dengan membuat tren (trend) suatu teori atau tren permasalahan yang dihadapi.
6) Morfologi adalah suatu cara untuk mengkaji kemungkinan-kemungkinan kombinasi yang terkandung dalam suatu permasalahan yang rumit, kompleks.
7) Dekomposisi merupakan cara penjabaran (pemerincian) suatu pemasalahan ke dalam komponen-komponennya.
8) Agregasi merupakan kebalikan dari dekomposisi. Dengan cara agregasi, peneliti dapat mengambil hasil-hasil peneliti atau teori dari beberapa bidang (beberapa penelitian) dan “mengumpulkannya” untuk membentuk suatu permasalah yang lebih rumit, kompleks.
more download disini
Labels:
bahan ajar metode penelitian
I S O
iso (International Organization for Standardization)
ISO sebuah organisasi internasional yang berkerja menyusun dan menerbitkan standar
internasional.
Saat ini ISO beranggotakan 150 negara, termasuk Indonesia yang diwakili Badan
Standardisasi Nasional (BSN). Penerbitan standar didasarkan atas konsesus para anggota ISO
Sejak didirikan pada 1947, ISO telah merilis 16.500 standar internasional . Dari sejumlah standar yang diterbitkan itu termasuk dua standar manajemen internasional paling populer yakni standar
sistem manajemen mutu ISO 9000 dan standar sistem manajemen lingkungan ISO 14000.
ISO adalah penerbit dan pengembang terbesar di dunia dari standar internasional yang ada yang berpusat di Genewa, Switzerland. ISO adalah suatu organisasi nonpemerintahan yang menjembatani antara publik dan sektor swasta.
Tujuan ISO adalah mengembangkan dan mempromosikan standar-standar yang berlaku secara internasional
Penerapan ISO di suatu perusahaan berguna untuk:
meningkatkan citra perusahaan;
meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan;
meningkatkan efisiensi kegiatan;
memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act);
meningkatkan penataan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal pengelolaan lingkungan;
mengurangi resiko usaha; meningkatkan daya saing; meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak yang berkepentingan;
mendapat kepercayaan dari konsumen/mitra kerja/pemodal (Wikipedia, 2008).
Beberapa keuntungan dari penerapan standarisasi :
1. Orientasi Pelanggan
Standarisasi memenuhi persyaratan pelanggan dengan memberikan mutu produk atau jasa untuk kepuasan pelanggan.
2. Keuntungan Pasar
Perusahaan yang telah mempunyai sertifikat ISO dapat diterima oleh semua pelanggan di pasar domestik dan internasional.
3. Pengakuan
ISO akan memberikan pengakuan khusus terhadap perusahaan, sehingga membawa persepsi pembeli pada tingkat yang lebih tinggi.
4. Kepercayaan
ISO menciptakan kepercayaan manajemen terhadap mutu produk atau jasa yang dihasilkan kepada pelanggan mengenai kemampuan perusahaan
5. Konsistensi Mutu
ISO membantu memelihara konsistensi mutu produk atau jasa.
6. Aspek Legal
Secara resmi telah diterima oleh banyak negara.
7. Peningkatan Produktivitas
Standarisasi dapat meningkatkan produktifitas organisasi dengan penggunaan material, teknik dan sumber daya yang efektif.
8. Meningkatkan unjuk kerja keuangan
Dengan berkurangnya biaya mutu, maka produktifitas meningkat, unjuk kerja keuangan perusahaan juga meningkat.
9. Terdokumentasi
Sistem dokumentasi untuk produk, bahan kegiatan dan operasi membantu dalam identifikasi, kaji ulang dan peningkatan produk atau jasa.
10. Kemampuan Organisasi
ISO menunjukkan kemampuan organisasi perusahaan untuk mencapai mutu tertentu
11. Pengembangan SDM
ISO memberikan pelatihan dan pengembangan tenaga kerja secara teratur sehingga membantu peningkatan budaya kerja di seluruh organisasi.
12. Pemantauan
ISO akan membantu pemantauan secara teratur semua kegiatan organisasi, identifikasi masalah dan melakukan tindakan perbaikan tepat waktu.
13. Peningkatan potensi ekspor
Organisasi perdagangan internasional lebih senang melakukan kontak bisnis dengan pemasok yang telah mempunyai sertifikat terstandarisasi.
more klik disini
Labels:
bahan ajar manajemen industri
Subscribe to:
Posts (Atom)