Untuk Indonesia Cerdas Dan Bermartabat...

DR. Ida Ayu Sri Adnyani, ST. MErg.

DR. Ida Ayu Sri Adnyani, ST. MErg.
Showing posts with label bahan ajar konsep teknologi. Show all posts
Showing posts with label bahan ajar konsep teknologi. Show all posts

Sunday, January 3, 2010

Perkembangan Teknologi



TEKNOLOGI PRASEJARAH, TEKNOLOGI TRADISIONAL, DAN TEKNOLOGI MODERN

A. Teknologi pada Masyarakat Prasejarah
Pada kelompok masyarakat tradisional berburu dan meramu sudah mengenal pembagian kerja menurut jenis kelamin dan kelompok umur.
Teknologi yang berkembang pada masa itu adalah teknologi berburu dan meramu

B. Teknologi pada Masyarakat Tradisional
Perkembangan teknologi dalam masyarakat tradisional tidak terlalu pesat,
Inovasi terpenting teknologi tradisional adalah dari sudut bahan dasar dan fungsi. Bahan dasar teknologi tradisional adalah dari logam, sementara dari fungsinya teknologi tradisional tidak hanya sebatas sebagai kepanjangan tangan saja, tetapi sudah menjadi kepanjangan seluruh tubuh.

C. Teknologi pada Masyarakat Modern
Pada masyarakat modern teknologi telah mendapatkan wujud dan maknanya
Sekurang-kurangnya terdapat 6 ciri utama teknologi modern.

 Pertama, teknologi modern adalah teknologi yang telah melepaskan dirinya dari pasokan energi alam (seperti air dan angin). Teknologi modern adalah teknologi yang mampu menghasilkan sumber tenaganya sendiri

 Kedua, dari aspek motif, teknologi modern lahir dan terdorong oleh hasrat untuk menguasai alam.
Penemuan-penemuan teknologi modern selalu dimaknai kemenangan manusia atas alam. Ketika alat transportasi modern berhasil ditemukan dan dikembangkan (seperti kereta api, kapal taut, mobil dan pesawat terbang) sebagai salah satu contoh manusia modern merasa seolah-olah telah berhasil memperpendek jarak.

 Ketiga, teknologi modern juga dicirikan oleh orientasinya yang serba komersial.
Orientasi komersial teknologi modern ini dapat dijumpai pada bidang
(1) teknologi menjadi sangat bernilai tinggi setelah ia dapat mempercepat dan memperbanyak hasil proses produksi, karena itu
(2) teknologi menjadi komoditi yang laku diperjualbelikan. Dengan kata lain, percepatan penemuan dan pengembangan teknologi modern untuk sebagian didorong oleh tuntutan pasar.

 Keempat, akibat perkembangan yang pesat ini, teknologi modern dicirikan oleh sistem hak individual yang dilegalisasikan oleh paten. Sistem kepemilikan pada teknologi modern ialah kompensasi biaya yang harus dikeluarkan dalam proses menemukan dan mengembangkan teknologi modern. Hal ini dikarenakan tidak setiap masyarakat mampu menemukan dan mengembangkan teknologi modern. Dibutuhkan pendidikan dan keterampilan yang tinggi untuk dapat menemukan dan mengembangkan teknologi modern. Dengan adanya hak milik teknologi tersebut pihak lain tidak boleh meniru suatu teknologi baru.

 Kelima, teknologi modern memiliki nilai jual yang tinggi. Itulahsebabnya banyak yang tidak segan-segan menginvestasikan modal untuk melakukan penelitian dasar agar berhasil menciptakan dan mengembangkan sebuah teknologi baru sambil berharap bahwa bila berhasil menemukan dan mengembangkan teknologi tersebut ia akan memperoleh keuntungan yang besar. Akibat pergeseran orientasi penemuan dan pengembangan teknologi modern ini, pengembangan ilmu pengetahuan (yang merupakan bahan dasar penemuan dan pengembangan teknologi baru) juga berorientasi lebih praktis.

 Keenam, teknologi modern menjadi salah satu faktor pendorongekspansi perusahaan-perusahaan multinasional yang telah melampaui kedaulatan negara. Berbagai penemuan dan pengembangan teknologi modern yang terkait dengan proses produksi memungkinkan berbagai perusahaan multinasional membuka pabrik di negara-negara Asia Tenggara

more klik ppt

Sunday, November 15, 2009

KEBIJAKAN PENGUASAAN TEKNOLOGI


Kebijakan penguasaan teknologi

Di era persaingan global yang semakin tajam, penguasaan teknologi oleh suatu bangsa adalah faktor penting untuk mampu bersaing sekaligus bertahan hidup. Bahkan, penguasaan teknologi menjadi faktor strategik sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Beberapa negara industri baru di kawasan Asia, sukses memiliki pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam dua dasawarsa terakhir, tak lain karena memiliki kebijakan dan perencanaan teknologi yang komprehensif dan integratif.

Ketersediaan sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi tinggi dalam bidang keteknikan, sangat diperlukan untuk menopang terwujudnya penguasaan teknologi.
Di awal tahun 90-an, BPPT dikenal sebagai lembaga riset berbagai bidang keteknikan, yang keberadaannya berperan dalam mendukung perkembangan industri perkapalan, penerbangan, permesinan atau energi di dalam negeri.

Lembaga serupa di negara lain, seperti, Korea Institute of Scinece and Technology (KISK) di Korea, Council of Scientific and Industrial Research (CSIR) di India,
State Science & Technology Commission (SSTC) di Cina,
the Science and Technology Development Board (SRDB) di Thailand,
atau Intensification of Research in Priority Area (IRPA) di Malaysia,

Tinjauan atas perlunya kebijakan teknologi dalam program pembangunan:

Pertama: Mempertemukan sasaran pengembangan SDM (sektor pendidikan) dengan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh berbagai sektor pembangunan.

Kedua: memilih teknologi yang cocok guna eksploitasi sumberdaya alam seperti tanah, air, hutan, gas, bahan tambang, dan lainnya, termasuk mempertimbangkan dampak teknologi yang dipakai terhadap lingkungan, estimasi kemungkinan daur ulang secara alamiah, penentuan dampak atas pembangunan wilayah, nilai investasi dan penyerapan tenaga kerja.

Ketiga, Mencari aspek keunggulan komperatif maupun kompetitif bagi bidang usaha-usaha tertentu, ditinjau dari sisi besaran kandungan teknologi yang melekat pada barang dan jasa yang diperdagangkan (ekspor dan impor), agar diperoleh neraca perdagangan yang positif.

Keempat, Mengintegrasikan kebijakan sektor-sektor yang terkait. Menyatukan visi serta komitmen berbagai disiplin dan keahlian dari perpektif bahwa teknologi dan penguasaan teknologi merupakan sumberdaya yang sangat penting bagi pembangunan sosial-ekonomi bangsa.

Komitmen

Komitmen bersama sangat diperlukan untuk melahirkan kebijakan teknologi yang komprehensif dan integratif. Apalagi, ditinjau dari berbagai perspektif ilmu, sejatinya. teknologi memberi andil besar bagi kemajuan suatu bangsa, bahkan terhadap kemajuan peradaban umat manusia.

Dari perspektif Ilmu Ekonomi misalnya,
teknologi adalah salah satu faktor produksi guna mentransformasi bahan baku menjadi produk.
Teknologi juga berperan menggerakkan dan menumbuhkan berbagai sektor perekonomian.

Dari perspektif Ilmu Sosial,
teknologi merupakan instrumen untuk membantu menyelesaikan banyak masalah yang dihadapi masyarakat. Baik masyarakat desa maupun masyarakat kota.

Dari perspektif Ilmu Budaya atau Antropologi,
teknologi merupakan penggerak utama terjadinya perubahan budaya atau peradaban umat manusia.

Dari perspektif Ilmu Manajemen,
teknologi adalah aset strategis perusahaan yang berguna dalam menghadapi persaingan bisnis.

Sedangkan dari sisi Ilmu Teknik sendiri,
teknologi merupakan instrumen penting untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas kerja.

Menurut Lewis Thomas, teknologi terbagi dalam dua yaitu real high technology dan halfway technology.
 Real high technology jika teknologi dapat digunakan secara efektif dan tidak memakan biaya yang begitu besar, tidak membebankan penggunanya.

Contohnya pencegahan virus yang menyerang anak-anak melalui imunisasi, hampir semua anak-anak dapat merasakan penemuan ini.

 Halfway technology adalah
Teknologi yang bermanfaat namun tidak semua orang dapat merasakan manfaatnya, hal ini dapat disebabkan karena teknologi tersebut tidak terjangkau oleh semua orang dan tidak dapat diaplikasikan setiap saat.

Sebagai contoh,
 transplantasi organ dan perawatan kanker. Oleh karena itu, dibutuhkan riset lebih lanjut agar teknologi ini dapat bisa merakyat
 Penerapan teknologi gas melalui konversi minyak tanah ke gas. Penerapan teknologi tersebut ditujukan untuk mengatasi kerugian pemerintah yang selama ini mensubsidi minyak tanah agar harganya tidak terlalu tinggi. Akan tetapi penerapan teknologi ini justru membuat rakyat semakin menderita terutama bagi rakyat miskin yang tidak mampu mengkonsumsi gas.


bentuk ppt klik disini

Friday, November 6, 2009

Alih Teknologi


Alih teknologi secara rinci dilakukan berdasarkan pada dua argumen berikut.

Pertama, alih teknologi merupakan issue yang paling dalam kehidupan masyarakat modern di era globalisasi. Tidak ada satu pun masyarakat yang tidak melakukan proses alih teknologi, baik yang melibatkan sektor swasta maupun pemerintah. Oleh sebab itu, banyak studi tentang alih teknologi yang memfokuskan diri pada tata cara, konteks dan manfaat alih teknologi.

Kedua, proses alih teknologi ternyata juga mengalami benturan nilai. Gejala ini terkait dengan pandangan bahwa teknologi merupakan produk sosial yang bersifat khas, serta merefleksikan tatanan sosio-kultural masyarakat tersebut.

Sebagai contoh, suatu masyarakat petani tradisional yang menggunakan teknologi traktor dalam proses membajak lahan, akan berhadapan dengan buruh ini dan pemilik kerbau sebelumnya.

Proses alih teknologi ini pada akhirnya akan merubah cara pandang petani tradisional terhadap petani yang lain.

Cara pandang mereka menjadi lebih komersial. Bila sebelumnya seorang petani tradisional mempekerjakan buruh tani lantaran pertimbangan emosional, maka ketika ia menggunakan teknologi traktor, pertimbangan tersebut menjadi pudar dan digantikan oleh pertimbangan-pertimbangan yang lebih rasional.

Penguasaan teknologi bukan mengacu hanya pada efisiensi teknis, tetapi juga kemampuan untuk menyesuaikan teknologi sehingga lebih cocok dengan kondisi lokal, serta kemampuan untuk menciptakan teknologi baru yang lebih baik.

Konsep Alih Teknologi

Secara sederhana, konsep alih teknologi dapat diartikan sebagai salah satu cara untuk memperoleh kemampuan teknologi, di mana saluran yang dapat dipakai juga bermacam-macam.

Sebagai contoh: alih teknologi dapat dilakukan dengan cara penanaman modal asing, melalui berbagai perjanjian bantuan teknis dan manajerial, melalui tukar-menukar tenaga ahli, melalui buku-buku, dan sebagainya.

Santikar (1981) menunjukkan bahwa ada empat macam konsep alih teknologi, di mana masing-masing konsep membutuhkan kemampuan teknologi dan pendalaman teknologi yang berbeda-beda. Keempat konsep alih teknologi tersebut adalah:

1. Alih teknologi secara geografis. Konsep ini menganggap alih teknologi telah terjadi jika teknologi tersebut telah dapat digunakan di tempat yang baru, sedangkan sumber-sumber masukan sama sekali tidak diperhatikan.

2. Alih teknologi kepada tenaga kerja lokal. Dalam konsep ini, alih teknologi terjadi jika tenaga kerja lokal sudah mampu menangani teknologi impor dengan efisien, yaitu jika mereka telah dapat menjalankan mesin-mesin, menyiapkan skema masukan-keluaran, dan merencanakan penjualan.

3. Transmisi atau difusi teknologi. Dalam konsep ini, alih teknologi terjadi jika teknologi menyebar ke unit-unit produktif lokal lainnya. Hal ini dapat terjadi melalui program sub-contracting atau usaha-usaha diseminasi lainnya.

4. Pengembangan dan adaptasi teknologi. Dalam konsep ini, alih teknologi baru terjadi jika tenaga kerja lokal yang telah memahami teknologi tersebut mulai mengadaptasinya untuk kebutuhan-kebutuhan spesifik setempat ataupun dapat memodifikasinya untuk berbagai kebutuhan.

Jika dilihat prosesnya, alih teknologi dapat dilihat sebagai suatu proses yang dimulai sejak dari kontak awal penerima dengan pemilik teknologi; dilanjutkan dengan negosiasi terutama untuk mengatasi berbagai hambatan yang disebabkan oleh perbedaan sosial budaya antara pemilik dan penerima teknologi; kemudian tahap implementasi; serta proses umpan balik dan pertukaran yang terjadi terus-menerus, sampai hubungan antara pemilik dan penerima teknologi baru terputus.

Faktor-faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam usaha penerapan temuan teknologi maupun upaya melakukan alih teknologi ?
faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam proses alih teknologi yaitu,
- pengembangan teknologi (technology development),
- penilaian/evaluasi teknologi (technology evaluation)
- serta penilaian dan pengelolaan teknologi (technology assessment and management) (Burge, 1993).

Tahapan tersebut pada intinya terdiri dari tiga tahapan pokok, yaitu:
Tahap 1. Pengembangan teknologi
• Penilaian kebutuhan
• Pengembangan rancangan teknis
Tahap 2. Penilaian teknologi
• Ketepatan teknologi dari perspektif teknologi
• Ketepatan teknologi dari perspektif sosial/institusional
Tahap 3. Penilaian dampak dan Pengelolaan teknologi
• Penilaian dampak
• Pemantauan dampak dan pengelolaannya


more klik disini

Friday, October 16, 2009

Kebudayaan Teknologi




MEMAHAMI KEBUDAYAAN
 Kebudayaan atau culture adalah keseluruhan pemikiran dan benda yang dibuat atau diciptakan oleh manusia dalam perkembangan sejarahnya.
 Ruth Benedict melihat kebudayaan sebagai pola pikir dan berbuat yang terlihat dalam kehidupan sekelompok manusia dan yang membedakannya dengan kelompok lain.
 Para ahli umumnya sepakat bahwa kebudayaan adalah perilaku dan penyesuaian diri manusia berdasarkan hal-hal yang dipelajari/learning behavior (Sajidiman, dalam “Pembebasan Budaya-Budaya Kita” ;1999).

Kebudayaan dapat dibagi menjadi 3 macam dilihat dari keadaan jenis-jenisnya:
1. Hidup-kebatinan manusia, yaitu yang menimbulkan tertib damainya hidup masyarakat dengan adapt-istiadatnya yang halus dan indah; tertib damainya pemerintahan negeri; tertib damainya agama atau ilmu kebatinan dan kesusilaan.
2. Angan-angan manusia, yaitu yang dapat menimbulkan keluhuran bahasa, kesusasteraan dan kesusilaan.
3. Kepandaian manusia, yaitu yang menimbulkan macam-macam kepandaian tentang perusahaan tanah, perniagaan, kerajinan, pelayaran, hubungan lalu-lintas, kesenian yang berjenis-jenis; semuanya bersifat indah (Dewantara; 1994).

Perkembangan
Teknologi
Budaya Manusia.
keduanya beriringan

Perkembangan Budaya Manusia berkaitan:
- Pola Prilaku
- Benda Buatan

Kebudayaan bersifat:
a. Kebendaan (materi)
b. Bukan kebendaan (non materi)

Perkembangan teknologi merupakan bagian dari perkembangan budaya yang bersifat kebendaan.

Perkembangan teknologi disebabkan, usaha manusia untuk:
- menangani keterbatasan fisik
- bertahan hidup
- memudahkan aktifitas
- meningkatkan kualitas hidup

Kebudayaan bersifat:
a. Kebendaan (materi),
mancangkup pembuatan & penggunaan ;alat-alat, mesin, pakaian-perhiasan, gedung, kendaraan, benda huburan, serta benda fisik lain
b. Bukan kebendaan (non materi),
berkaitan dengan:tradisi, tata cara, kesenian, kebudayaan dll.

more klik disini

Friday, October 9, 2009

Konsepsi Ilmu dan Teknologi Dalam Peradaban Kemanusiaan


Konsepsi Ilmu dan Teknologi Dalam Peradaban Kemanusiaan

1. Ilmu dan Teknologi Kehidupan
Kemanusiaan sehari-hari pada dasarnya adalah terapan ilmu dan teknologi, baik yang dikembangkan secara sadar maupun tidak.

 Terapan ilmu dan teknologi pada dasarnya adalah upaya untuk melakukan perubahan sesuatu dari satu keadaan ke keadaan lain (baik perubahan gerak, materi, energi, kehidupan, maupun kemanusiaan).

Ilmu dan Teknologi
Penerapan ilmu dan teknologi pada dasarnya adalah menerapkan kemampuan rekayasa kealaman untuk membawa suatu keadaan (berupa materi, energi, gerak dan kemanusiaan secara terpadu) ke keadaan lain yang lebih berdayaguna dan bermanfaat bagi kemanusiaan. Kegiatannya berupa penerapan kemampuan manusia dalam proses produksi dan penciptaan produk dengan ketahanan ekosistem sebagai basis upaya lebih lanjut membangun perekonomiannya.

Perekonomian
Perekonomian dalam kehidupan kemanusiaan pada dasarnya merupakan praktek pengaturan distribusi hasil usaha dan kepemilikan dalam masyarakat sebagai tindak lanjut upaya penerapan ilmu dan teknologi (rekayasa).

Sosial Politik
Sosial politik dalam kehidupan kemanusiaan pada dasarnya merupakan pola hubungan dan interaksi sosial, siklus dan status kekuasaan, dan kepemimpinan. Konsepsi kehidupan kemanusiaan menunjuk sasaran upaya musyawarah dan sasaran nilainya mufakat.

Budaya
Budaya merupakan ekspresi simbolis dan pemberian arti kepada perbuatan dan kegiatan yang dilakukan. Budaya yang harus ditegakan adalah budaya yang akan menunjang terbentuknya nilai-nilai kemanusiaan dan ketakwaan, sehingga periaku disiplin, tidak munafik, perlu dibangun secara sadar.

Ketakwaan
Ketakwaan melandasi keyakinan dan teori dasar dari tata nilai kehidupan kemanusiaan. Nilai takwa pada dasarnya adalah sumber dari tata nilai lainnya, sehingga unsur kemanusiaan ini dapat dianggap sebagai sumber kreativitas yang berawal dari Ketuhanan YME.

2. Perkembangan Ilmu dan Teknologi
Dalam proses perkembangan ilmu dan teknologi sepanjang sejarah kehidupan kemanusiaan ditunjukkan adanya fenomena dialektika. Penyelesaian suatu persoalan dengan teknologi, akan selalu membawa bibit persoalan baru, yang pada suatu waktu pasti akan menjadi persoalan utama, yang membutuhkan suatu penyelesaian pula.

Penyelesaian tersebut biasanya dilakukan dengan teknologi yang setingkat lebih tinggi..

3. Peta Teknologi
 Peta teknologi mengenal adanya empat komponen teknologi yang saling terkait yang dapat menjelaskan tingkat kecanggihan pemanfaatan suatu teknologi, yaitu mencakup :
1. Teknologi (technoware)
2. Organisasi (orgaware)
3. Tenaga kerja (humanware)
4. Informasi tentang teknologi yang dimiliki (infoware)

4.Penemuan Teknologi
Salah satu penemuan teknologi yang penting adalah penggunaan api untuk kebutuhan manusia. Penemuan ini dengan nyata membedakan manusia dan binatang sejak dulu.
Teknologi api mempertinggi jumlah bahan makanan yang tersedia untuk jangka waktu yang lebih lama, memperluas gerak dan jelajah manusia dan memungkinkan memperbesar jumlah manusia.

Sekilas Perkembangan teknologi
klik disini

Wednesday, September 16, 2009

Konsep Teknologi


Tujuan Mempelajari Konsep Teknologi:
 Mengetahui & Memahami Hubungan Manusia-Alam-Sains-Teknologi dan Kemakmuran
 Memahami Hakekat & Konsep Perkembangan Teknologi
 Mengetahui Karakter Teknologi Negara Maju & Perkembangan Teknologi Indonesia
 Mengetahui & Memahami Cara Berfikir & Bertindak Rekayasawan
 Memahami Etika Profesi Rekayasawan dalam Lingkungan Kerja & Masyarakat

Konsep :
Konsep adalah istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan gejala secara abstrak, contohnya seperti kejadian, keadaan, kelompok.Sehingga mampu memformulasikan pemikirannyakedalam konsep secara jelas dalam kaitannya dengan penyederhanaan beberapa masalah yang berkaitan satu dengan yang lainnya.

Dikenal dua pengertian mengenai konsep, yaitu
Pertama konsep yang jelas hubungannya dengan realita yang diwakili, contoh : meja, mobil
Kedua konsep yang abstrak hubungannya dengan realitas yang diwakili, contoh : kecerdasan, kekerabatan.

Teknologi berasal dari kata tekhnē dan logia ( Yunani ).
 Tekhnē berarti seni atau keahlian, sementara logia berarti “area studi” atau ilmu. Secara harfiah tekhnēlogia bearti ilmu tentang seni dan keahlian.
 Kata teknologi juga berasal dari kata latin yaitu texere yang berarti “membangun atau mendirikan”. Namun,pada perkembangannya teknologi dimaknai sebagai proses penciptaan alat dan mesin oleh manusia yang digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan penguasaan dan pengolahan bahan-bahan yang ada di lingkungannya .

Definisi Teknologi
Pengetahuan terbaru dari keahlian, pengetahuan dan praktik dalam produksi konsumsi dan distribusi dari produk dan layanan dalam proses pembangunan. (Mitchell F. Rice)

Cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dg bantuan alat dan akal shg seakan akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh pancaindra dan otak manusia. (Mahmudsyah syariffudin)

Teknologi adalah hasil dari pengetahuan ilmiah yang teroganisir dan diaplikasikan secara sistematis ke dalam hal hal yang bersifat praktis.Secara eksplisit, teknologi dianalogikan sebagai ’hardware’ dimana manusia sebagai pengguna dan teknologi sebagai alat yang digunakan.


materi selanjutnya lihat di ppt